Diskusi antara Rasional dan Konservatif
Bagi
kaum muda yang menyandang status mahasiswa, diskusi merupakan hal yang sudah
biasa dilakukan atau dengan kata lain diskusi adalah kegiatan rutin yang sudah
terjadwal. Kurang syah rasanya bagi penyandang mahasiswa tanpa melakukan
diskusi, layaknya “gelas setengah berisi” atau “gelas setengah kosong” karena membaca buku saja tidak cukup.
Kebenaran isi buku yang dibaca belum sepenuhnya benar. Oleh karena itu, dengan
bertukar pikiran kita akan memperoleh kebenaran yang objektif. Sebagaimana menurut
Ibnu Muflin Al- makdisi “cara terbaik dalam mencari kebenaran adalah dikusi”.
Diskusi
merupakan kegiatan bagi mereka yang memiliki sikap skeptis terhadap
informasi-informasi yang mereka dapat dari buku maupun fenomena yang terjadi
disekitar mereka. Karena keragu-raguan yang mereka miliki melahirkan
kegelisahan yang perlu dihilangkan. Sehingga sebagai langkah mereka adalah
mengadakan diskusi. Walaupun terkadang hasil yang mereka peroleh dari diskusi tidak
menemukan ujung. Ini disebabkan sikap konservativ dari sebagian peserta diskusi
mungkin karena malu atas sangahan-sanggahan atau kritikan- kritikan yang
dilontarkan oleh beberapa peserta diskusi yang kemudian akan melahirkan selalu
mempertahankan pendapat diri sendiri ketimbang pendapat- pendapat yang lebih
rasional. Oleh karena itu, saya sangat setuju dengan pernyataan bahwa
“mengkritik lebih mudah dan menerima kritikan adalah lebih sulit”
Sikap
tak mau kalah dalam forum diskusi memang wajar bagi kaum intelektual muda,
karena mereka masih dalam proses pencarian jati diri. Namun, sikap seperti ini
harus segera dihilangkan demi terwujudnya diskusi dalam artian mencari
kebenaran. Apabila kita mengedepankan ego maka diskusi tak akan pernah
menemukan titik terang dan terbentuklah diantara mereka berkubu-kubu. Tentunya
persoalan-persoalan tak akan pernah terselesaikan, Bahkan akan memperpanjang
persoalan-persoalan yang sudah ada atau ia akan menjadi masalah baru yang akan
mengaburkan persatuan dan kesatuan antar mahasiswa.
Memang
perbedaan pendapat dalam forum diskusi sangat perlu demi terhindarnya diskusi
yang monoton dan yang kurang bergairah. Sehingga dengan adanya perbedaan
pendapat bisa melahirkan dialektika satu sama lain dalam forum diskusi
tersebut. Namun, setidaknya kita memiliki sikap rasional dalam menyikapi setiap
pendapat. Tak ada keberpihakan dalam berwacana dan harus benar-benar
memperhitungkan segenap hal yang relevan sebelum menetapkan suatu keyakinan.
Apabila kita memang benar- benar orang yang rasional, maka tidak akan pernah
mengatakan “pendapat kalian salah” dan lebih suka mengatakan “ menurut kaca mata saya pendapat kalian kurang benar”. Jika
kepastian tak mungkin dicapai, seorang yang rasional akan memilih pendapat yang
mendekati kebenaran, sambil tidak membuang pendapat- pendapat lainnya yang juga
berkemungkinan untuk benar sebagai hipotesis yang siapa tahu belakangan bisa
didukung oleh bukti- bukti yang ril.
Jadi seorang yang rasional tidak mengedepankan
ego atau berpendapat secara konservative dalam berdiskusi, akan tetapi
mengedapankan rasio, dimana pendapatnya bisa diterima secara objektiv dan tidak
mengabaikan pendapat-pendapat orang lain.
Yakuza....
BalasHapussaya sangat kagum dengan karya anda...